
Pengertian Wilayah
Wilayah tentu bukan istilah asing bagi kalian. Istilah tersebut sering hadir dalam pembelajaran, terutama pembelajaran IPS. Misalnya ada wilayah pertanian, wilayah industri, wilayah pesisir, wilayah perdesaan, wilayah perkotaan, dan sebagainya. Wilayah-wilayah tersebut tentu menggambarkan corak spesifik seperti namanya. Misalnya wilayah pertanian menggambarkan usaha pertanian yang relatif luas, wilayah industri mencerminkan usaha berbagai industri (pabrik) di area yang relatif luas, dan sebagainya.
Beberapa ahli mendefinisikan wilayah. Dalam bahasa Inggris, istilah wilayah disebut region (Kant, 1991). Hadjisarosa (1981) mengungkapkan bahwa wilayah merupakan sebutan untuk lingkungan permukaan bumi yang jelas batasannya. Sementara Hartshorn (1982) mendefinisikan wilayah sebagai suatu area yang spesifik dan memiliki aspek pembeda dengan area lain. Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa wilayah merupakan dimensi ruang/spasial berupa area-area di permukaan bumi yang memiliki karakteristik spesifik yang berbeda dengan area lainnya. Istilah wilayah juga dapat digunakan untuk menunjukkan suatu tempat yang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan tempat lain.
Aspek pembeda tersebut dapat berupa kenampakan fisik, sosial, ekonomi, dan budaya yang terkandung di dalamnya (inhern). Perbedaan karakteristik antarwilayah terbentuk akibat adanya dinamika dan interaksi yang berbeda dari tiap komponen fisik, manusia, dan teknologi. Lahan berkapur, curah hujannya relatif kering, dan teknologi yang dikuasai penduduk sederhana, maka di wilayah tersebut dapat berkembang hutan jati yang membedakan dengan jenis hutan lainnya.
Jenis-jenis Wilayah
- Wilayah Formal (Wilayah Homogen)
Wilayah formal (wilayah homogen) merupakan unit geografis yang digolongkan berdasarkan karakteristik yang sama. Kriteria penggolongan wilayah formal dapat berupa aspek fisik, sosial, politik, maupun ekonomi (Adisasmita, 2016; Rustiadi, 2017). Contohnya wilayah pertanian di perdesaan yang ditandai kesamaan mata pencaharian penduduk sebagai petani dan lingkungan fisik berupa lahan budi daya pertanian. Adapun wilayah industri ditandai dengan bangunan pabrik-pabrik yang luas.
- Wilayah Nodal (Wilayah Fungsional)
Wilayah nodal (wilayah fungsional) terdiri atas satuan wilayah yang heterogeny sehingga memunculkan hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain. Pembentukan wilayah fungsional umumnya berlangsung secara dinamis dan berawal dari titik pusat (wilayah sentral) yang mendorong perkembangan wilayah di sekitarnya (Adisasmita, 2016; Karlsson & Olsson, 2006; Langenhove, 2012). Contoh wilayah fungsional adalah wilayah Jabodetabek, Gerbangkertosusila, dan Pusat Bisnis Semarang. Tentu, wilayah jenis ini juga dapat kalian jumpai di berbagai tempat, walau tidak selalu tersedia. Kalian dapat mencari jenis-jenis wilayah tersebut secara mandiri.
- Wilayah Perencanaan (Wilayah Program)
Wilayah perencanaan (wilayah program) merupakan satu kesatuan wilayah pengembangan yang menjadi objek dari program-program pembangunan. Wilayah perencanaan erat kaitannya dengan perencanaan tata ruang wilayah yang wilayah ini berfungsi sebagai objek atau alat untuk mencapai tujuan pembangunan. Wilayah perencanaan merupakan bagian penting dari suatu kebijakan regional, karena keberhasilan pembangunan wilayah ini akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat dalam lingkup regional. Contohnya Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Nusantara Tahun 2022-2042 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2022. Contoh lain adalah food estate yang dibangun di Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara yang mengembangkan tanaman hortikultura.
Dari penjelasan di atas tempat tinggal kalian termasuk wilayah apa.?


